Dataran Banjir : Pengertian, Proses Pembentukan dan Pemanfaatannya
Pengertian
Dataran Banjir atau Flood Plain adalah wilayah daratan yang berbatasan dengan sungai yang membentang dari tepi salurannya hingga dasar dinding lembah yang menutupinya, dan digenangi luapan air sungai saat periode debit sungai tinggi. Tanah di dataran banjir biasanya terdiri dari lempung, lanau, pasir, dan kerikil yang diendapkan selama banjir.
Dataran banjir |
Proses Terbentuknya Dataran Banjir
Aliran air di sungai secara alami memuat material-material lain seperti lumpur, pasir, dan kerikil. Posisi lumpur, pasir dan kerikil umumnya berada di dasar aliran air karena benda-benda tersebut memiliki massa yang lebih berat daripada air.
Terbentuknya dataran banjir terjadi disebabkan oleh perubahan debit air yang semula sangat besar volumenya kemudian mengecil. Perubahan volume debit air tersebut disebabkan banjir sudah berhenti.
Dari peristiwa tersebut, material-material seperti lumpur, pasir, dan kerikil masih tertinggal di area yang sebenarnya bukan aliran utama dari sungai. Karena tidak ada air yang membawa material tersebut kembali ke aliran utama sungai, maka material tersebut kemudian mengalami proses sedimentasi (pengendapan). Setelah mengendap dan menjadi solid, area yang semula kosong kemudian berubah menjadi daratan atau lahan dengan permukaan tanah.
Penampang dataran banjir |
Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dataran banjir banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai pemukiman warga. Sebenarnya hal ini cukup berbahaya mengingat area tersebut memiliki potensi besar untuk tersapu banjir apabila debit aliran sungai mencapai titik tertentu.
Di beberapa daerah, dataran banjir juga difungsikan sebagai lahan pertanian untuk komoditas yang masa panennya singkat. Ada juga yang menggunakannya menjadi tempat untuk berolahraga, seperti lapangan voli temporer atau semacamnya.
Risiko dari pemanfaatan daerah dataran banjir
Seperti yang dibahas pada bagian-bagian sebelumnya, dataran banjir mempunyai potensi risiko yang cukup besar untuk dimanfaatkan. Curah hujan yang tinggi menjadi faktor utama penyebab banjir. Begitu juga keberadaan lahan hijau di sekitar aliran sungai yang beberapa diantaranya beralih fungsi sebagai pemukiman dan lain sebagainya.
Ketika curah hujan tinggi, kemungkinan besar area dataran banjir akan tersapu oleh besarnya debit aliran air. Hal tersebut akan makin parah jika sudah tidak ada lagi tanaman-tanaman yang bisa menyerap air hujan di daerah hulu aliran sungai.
Ketika daerah dataran banjir dimanfaatkan, beberapa potensi bahaya yang akan terjadi antara lain:
- Korban jiwa.
- Area wilayah akan rawan terhadap penyakit.
- Kerusakan bangunan.
- Masyarakat yang hidup di area tersebut perlu untuk dievakuasi, dan diungsikan ke tempat lain.
- Kerusakan konstruksi-kontruksi publik yang dibuat di lahan tersebut.
Upaya Antisipasi Resiko Banjir
Manajemen risiko yang satu ini melibatkan komunitas untuk mengupayakan pencegahan dan penurunan risiko banjir. Pihak yang terlibat dalam upaya ini antara lain pihak pemerintahan, komunitas terkait, dan pemilik properti di area tersebut. Upaya yang bisa dilakukan antara lain:
1. Flood control
Metode yang satu ini langsung melakukan determinasi di area aliran sungai. Upaya-upaya yang dilakukan antara lain membuat instalasi tanggul, membuat tumpukan karung pasir di bantaran sungai, atau mengupayakan penanaman vegetasi yang mampu menahan air di bantaran. Salah satu contoh penerapan metode flood control adalah upaya dari Pemerintah DKI Jakarta untuk mengonstruksi palung buatan di area dataran banjir.
2. Flood plain regulation
Upaya mitigasi ini dilakukan dengan cara membuat regulasi atau peraturan dari pemerintah pusat maupun daerah. Misalnya, larangan untuk membuat bangunan permanen di daerah bantaran sungai atau dataran banjir. Peraturannya bisa juga berupa penjagaan lahan hijau vital yang berada di area hulu sampai hilir sungai. Dengan peraturan yang baik dan tegas pengaplikasiannya, maka risiko terjadinya kerugian akibat banjir dapat berkurang.
Baca juga : Banjir dan Tahap Perkembangan Sungai
Sumber : Berbagai sumber dan referensi yang relevan
Posting Komentar untuk "Dataran Banjir : Pengertian, Proses Pembentukan dan Pemanfaatannya"